Others

Computer Crime (Part 2)

Kembali lagi dalam topik sebelumnya, kali ini mungkin tidak sepenuhnya kejahatan seperti artikel sebelumnya yang lebih membahas pada hacker dan cracker, walaupun masih ada hubungannya dengan pemanfaatan jaringan komputer yakni internet. Kali ini akan kita bahas computer crime yang ada dalam film Untraceable. Sebagai orang yang mempelajari tentang komputer mungkin kita sudah tahu apa itu maksud dari trace atau tracing. Yang dimaksud dengan trace atau tracing adalah jejak, atau mencari dari mana asalnya. Nah, dalam film ini yang “untraceable” adalah IP ADDRESS. Cerita dari film ini bermula ketika seorang agen FBI yang bekerja pada divisi kejahatan elektronik membuka sebuah wed address beralamatkan http://www.killwithme.com. Dalam web ini dipertontonkan seekor kucing mati berdasarkan jumlah orang yang membuka web itu. Awal mulanya tidak ada kecurigaan dari agen itu, namun seiring berjalanya waktu web itu mulai memunculkan manusia sebagai korban. Ada bermacam cara yang digunakan untuk membunuh korban,mulai dengan listrik atau dengan pencam,puran bahan kimia namun pada intinya tetap sama yakni korban dibunuh atau dieksekusi berdasarkan jumlah pengunjung situs tersebut. Hingga akhirnya para agen FBI mulai mencari siapa pembuat web tersebut dengan cara mencari IP address dari server web agar dapat dideteksi lokasi dari eksekusi korban. Namun “untracable”, mereka tidak dapat mencarinya karena si pembuat web telah mengacaukan pencarian, para agen FBI menemukan alamat IP yang berganti-ganti dan berpindah-pindah servernya. Walaupun pada akhirnya alamat terdakwa ditemukan setelah dilakukan investigasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaku.

Mungkin tidak akan banyak dibahas tentang bagaimana pelaku tersebut ditangkap, jika Anda penasaran, saya rekomendasikan anda untuk melihatnya. Namun akan lebih kita bahas tentang computer crime yang terjadi dalam film ini. Pelaku mengacaukan alamat IP sehingga mengacaukan pencarian dan juga pelaku memanfaatkan script PHP atau pemrograman web yang lain yakni counter atau penghitungan terhadap sipa saja yang membuka situs. Pelaku menghubungkan penghitungan tersebut dengan alat lain yang sudah diprogram untuk melakukan eksekusi saat counter menunjuk ke sebuah angka tertentu. Ini menunjukkan bahwa computer crime tidak selamanya hanya dengan membuka data orang lain, memanipulasi data orang lain dan lain sebagainya. Namun dapat juga diimplementasikan dengan alat lain yang dapat digunakan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya. Yah, mungkin hal-hal ini cuma ada film atau dalam khayalan manusia, namun bisa saja hal-hal ini justru akan muncul di masa depan nanti. Last but not least,  just take a care.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s