Others

Sungai Dengkeng Meluap, Warga panik

Hujan deras yang mengguyur pada Rabu (19/11) sejak pukul 14.00 WIB di sekitar Cawas dan Trucuk menyebabkan warga di sekitar aliran Sungai Dengkeng panik. Pasalnya, daerah tersebut menjadi langganan banjir setiap kali hujan datang. Bahkan hampir tiap tahun areal persawahan di daerah itu terendam air bah.
Wilayah yang paling kritis yakni Dukuh Pengkol, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk. Kades setempat, Sugiyanto menjelaskan warganya panik. Sebab, setelah hujan mereda, sekitar pukul 16.00 WIB, air aliran Sungai Dengkeng tiba-tiba meluap.
Sebagai informasi, 30 tahun silam di wilayah tersebut pernah terjadi banjir hebat yang mengakibatkan sejumlah rumah warga yang berada di bantaran sungai hanyut terbawa arus.
Tak mau kejadian buruk kembali terulang, warga langsung membunyikan kentongan dan menginformasikan melalui mesjid setempat bahwa debit air mulai tinggi.
Warga langsung bergotong-royong untuk membangun tanggul tambahan dengan menggunakan karung yang dipimpin langsung oleh Kades.
Gotong royong baru selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah kerja bakti tersebut, warga tidak langsung pulang ke rumah, namun mereka masih berjaga kalau debit air Dengkeng makin tinggi. Sampah
Meluapnya air tersebut diduga dari sampah-sampah yang tersangkut pada dam Bendung Tukuman yang masih dalam proses pembangunan.
Sementara itu, di Desa Plosowangi dan Posakan Barat juga tidak kalah panik sebab air mulai naik hingga 50 centimeter dari permukaan tanggul. Dengan alat seadanya, masyarakat bergotong royong dengan mematoki tanggul dengan bambu dan kayu.
Camat Cawas, Sutrisno menjelaskan akibat hujan tersebut air merendam puluhan hektare sawah di sekitar aliran Sungai Dengkeng. Kondisi itu selalu terjadi saat hujan deras dengan intensitas tinggi.
Sutrisno menambahkan pihaknya juga telah mengajukan bantuan karung sebanyak 2.000 untuk antisipasi meluapnya air sungai, termasuk air Sungai Dengkeng.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s