Sebagai warga Klaten, kita patut berbangga hati karena salah satu Rumah Sakit di kabupaten Klaten, yaitu Rumah Sakit Islam (RSI) mendapat pujian sekaligus apresiasi yang tinggi dari The United Nations Childrens Fund (UNICEF) karena RSI dinilai berhasil menerapakan program Ibu Menyusui Dini (IMD) dan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif untuk menekan kematian yang tinggi pada kelahiran bayi dan usia balita. Chief Healt & Nutrition Section UNICEF, dr. Anne H Vincent menyerahkan penghargaan yang diterima langsung oleh Direktur RSI Klaten, dr. Purwono yang didampingi Ketua Tim PP ASI, dr. Chadijah Alyidrus, dr. Anang Maruf, dr. Endang, staf Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dan jajaran bidan RSI Klaten.Unicef memang sedang menggalakkan program Ibu Menyusui Bayi Sejak Dini, yakni memberikan ASI sejak detik pertama bayi dilahirkan. Karena ASI itu mengandung zat-zat yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembang secara baik dan sehat. Seperti Colostrum (saripati susu) yang bermanfaat untuk perkembangan otak serta imunitas bayi. Dengan pemberian ASI, bayi akan lebih imun (kebal) dari stres dan serangan penyakit. ASI Ekslusif sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak, kekebalan terhadap penyakit, dan agar bayi nanti akan tumbuh lebih sehat. Oleh karenanya, keberhasilan yang telah dicapai di sini, akan dijadikan sebagai model RS percontohan bagi kota-kota lainnya dengan dukungan dari Unicef dan Dinas Kesehatan Pemda setempat.
Arsip Kategori: berita
Klaten Menuju Kabupaten Agropolitan
Agropolitan merupakan sebuah proses membangun suatu kawasan melalui pertanian dalam arti yang luas. Kabupaten agropolitan merupakan sebuah kabupaten yang memgembangkan konsep agropolitan dalam pembangunannya, dimana konsep agropolitan ini berbasis pada fungsi pertanian dalam arti luas. Pertanian tidak hanya dilihat dari sisi menanam, mencangkul dan panen saja, tetapi dalam kawasan agropolitan juga terdapat industri, jasa, pariwisata, produksi, dan lain sebagainya, namun masih tetap berbasis pertanian.
Bertempat di Pendapa Pemkab Klaten, selasa (30/12), launching Klaten menuju Kabupaten Agropolitan digelar. Acara ini dihadiri oleh Bupati Klaten Sunarna, jajaran pejabat Perum Pegadaian, Sekjen Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Koensatwanto Inpasiharjo, dan tamu undangan lainnya. Dalam acara ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mencanangkan diri sebagai Kabupaten Agropolitan untuk memadukan konsep pembangunan perkotaan berbasis pertanian. Pencanangan program ini didukung penuh oleh Perum Pegadaian yang akan memberikan kredit kepada pelaku uasaha kecil, menengah, dan mikro di Klaten.
Sebagai warga Klaten kita harus mendukung penuh program ini demi kemajuan tempat lahir kita tercinta. Maju terus Klaten dan jaya selalu.
Sungai Dengkeng Meluap, Warga panik
Hujan deras yang mengguyur pada Rabu (19/11) sejak pukul 14.00 WIB di sekitar Cawas dan Trucuk menyebabkan warga di sekitar aliran Sungai Dengkeng panik. Pasalnya, daerah tersebut menjadi langganan banjir setiap kali hujan datang. Bahkan hampir tiap tahun areal persawahan di daerah itu terendam air bah.
Wilayah yang paling kritis yakni Dukuh Pengkol, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk. Kades setempat, Sugiyanto menjelaskan warganya panik. Sebab, setelah hujan mereda, sekitar pukul 16.00 WIB, air aliran Sungai Dengkeng tiba-tiba meluap.
Sebagai informasi, 30 tahun silam di wilayah tersebut pernah terjadi banjir hebat yang mengakibatkan sejumlah rumah warga yang berada di bantaran sungai hanyut terbawa arus.
Tak mau kejadian buruk kembali terulang, warga langsung membunyikan kentongan dan menginformasikan melalui mesjid setempat bahwa debit air mulai tinggi.
Warga langsung bergotong-royong untuk membangun tanggul tambahan dengan menggunakan karung yang dipimpin langsung oleh Kades.
Gotong royong baru selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah kerja bakti tersebut, warga tidak langsung pulang ke rumah, namun mereka masih berjaga kalau debit air Dengkeng makin tinggi. Sampah
Meluapnya air tersebut diduga dari sampah-sampah yang tersangkut pada dam Bendung Tukuman yang masih dalam proses pembangunan.
Sementara itu, di Desa Plosowangi dan Posakan Barat juga tidak kalah panik sebab air mulai naik hingga 50 centimeter dari permukaan tanggul. Dengan alat seadanya, masyarakat bergotong royong dengan mematoki tanggul dengan bambu dan kayu.
Camat Cawas, Sutrisno menjelaskan akibat hujan tersebut air merendam puluhan hektare sawah di sekitar aliran Sungai Dengkeng. Kondisi itu selalu terjadi saat hujan deras dengan intensitas tinggi.
Sutrisno menambahkan pihaknya juga telah mengajukan bantuan karung sebanyak 2.000 untuk antisipasi meluapnya air sungai, termasuk air Sungai Dengkeng.